MIKISLOT

testing-selesai

Senin, 04 Desember 2017

Gara-Gara Main di Mal, Tubuh Anak Ini Dipenuhi Bintik Merah



Liputan6.com, Filipina - Saat pergi ke luar rumah atau tempat ramai biasanya anak cenderung ingin bermain. Namun, seorang anak asal Filipina mengalami hal aneh pada tubuhnya setelah bermain di mal bersama anak-anak seusinya.
Sebuah akun Facebook dengan nama Madelyn Bercasio Gurango berbagi kisah mengenai kejadian memilukan yang dialami anaknya. Putra kecilnya itu terjangkit penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) setelah berjalan-jalan di mall.
Baca Juga
  • Ditelantarkan Pemilik, Anjing Dibiarkan Mati Membeku di Jalanan
  • Kisah Pilu di Balik Anak 5 Tahun yang Pandai Memasak
  • Sering Main Gawai Sambil Tiduran, Pria Ini Tiba-Tiba Lumpuh
Dalam unggahannya, Madelyn menceritakan bahwa dia membawa anaknya ke mal untuk memotong rambut, juga mengunjungi tempat bermain anak.

Namun tak disangka, keesokan harinya Madelyn yang tengah bekerja mendapat kabar bahwa anaknya mengalami demam. Dia menganggap biasa demam yang

dialami balitanya itu. Namun, kondisinya makin parah ketika tubuh anak itu dipenuhi banyak ruam.

Tanpa pikir panjang, Madelyn segera membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Barulah diketahui bahwa putra mereka yang bernama Clark, mengalami HFMD.

Gejala penyakit


Sebenarnya tak ada gejala penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) pada bayi. Orangtua mungkin tak akan menyadari gejalanya pada balita mereka.

Namun, biasanya ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Berupa demam, berkurangnya nafsu makan, tenggorokan kering dan biasanya diriingi dengan ruam pada bagian tubuh tertentu.

Tentunya dari kasus ini Madelyn memberikan peringatan kepada orangtua lainnya agar tak menyepelekan kondisi pada anak. Walaupun sudah diawasi dengan ketat sekalipun, anak masih bisa terjangkit penyakit.

Selain terjangkit penyakit, bakteri dan virus dari orang lain, imun tubuh balita juga masih rentan terhadap virus dan bakteri. Sehingga tubuh mereka lebih mudah terserang penyakit. Oleh karena itu, apa pun tanda-tanda dan gejala tak biasa pada anak tak boleh diabaikan.

0 komentar:

Posting Komentar