Vemale.com - Semakin
bertambahnya usia, semakin bertambah pula kerutan pada wajah kita.
Proses aging pada kulit memang pasti terjadi dan tidak bisa dihindari.
Banyak juga hal yang menjadi penyebab munculnya tanda-tanda penuaan,
seperti keriput misalnya. Nah, apa kamu tahu kalau salah satu penyebab
keriput adalah gerakan wajah yang dilakukan secara berulang?
Gerakan
wajah yang umumnya
merupakan bentuk ekspresi ini sebenarnya adalah hal
yang sangat alami terjadi. Saat umur kulit masih muda, kulit akan
kembali ke bentuk asalnya.
Namun, semakin berumur, kulit akan mulai kehilangan kemampuannya dan mulai terbentuklah kerutan dan garis halus. Kira-kira, gerakan wajah seperti apa sih yang dapat menimbulkan keriput?
Mengerutkan Dahi
Frowning atau
mengerutkan dahi adalah salah satu ekspresi wajah paling umum yang
dapat menyebabkan kerutan pada wajah.
Ekspresi ini biasa dilakukan
secara tidak sadar ketika kamu sedang merasa kesal atau pun marah.
Dahi
yang berkerut akan memunculkan tampilan garis halus diantara alis dan
dahi bagian bawah yang disebut dengan frown lines.
Ketika
seseorang dalam kondisi marah, seluruh otot pada tubuh, khususnya wajah,
akan menjadi kencang.
Karena frowning dilakukan saat kondisi wajah
sedang kencang, otot yang terbentuk akan menjadi semakin besar dan kuat
sehingga lama-kelamaan, kerutan menjadi lebih dalam dan bersifat
permanen.
Menyipitkan Mata
kamu yang memiliki masalah dengan penglihatan, mungkin sering melakukan squinting
secara tidak sadar.
Squinting atau gerakan menyipitkan mata, sering
kita lakukan ketika sedang berusaha memperjelas penglihatan. Gerakan ini
dapat menimbulkan kerutan pada ujung luar mata yang biasa disebut
dengan crow’s feet.
Jenis keriput ini umumnya mulai muncul saat
usia 20an, namun tidak dapat langsung disadari. Squinting juga reflek
dilakukan saat mata terpapar cahaya yang menyilaukan.
Makanya,
penggunaan sunglasses saat wajah terpapar matahari itu penting, lho!
Selain itu, hindari juga untuk menggunakan gadget di ruangan yang gelap.
Merokok
memang sudah dikenal memiliki banyak dampak buruk terhadap kulit, salah
satunya adalah mempercepat proses penuaan, termasuk munculnya keriput.
Namun yang dibahas kali ini bukanlah dampak buruk kandungan rokok,
melainkan dampak dari gerakan bibir yang dilakukan saat kamu menghisap
rokok.
Bentuk bibir saat menghisap rokok sama dengan bentuk bibir ketika
minum menggunakan sedotan atau ketika sedang bersiul. Gerakan ini dapat
memicu munculnya kerutan dan garis-garis halus di sekitar bibir dan
pipi.
Ssstt, selain menyebabkan kerutan, kebiasaan merokok juga dapat
menyebabkan perubahan warna kulit menjadi keabuan dan terlihat kusam!
Tertawa
Mempunyai
momen untuk ditertawakan tentu merupakan hal yang menyenangkan, ya?
Selain memberikan dampak baik terhadap kesehatan emosional, tertawa juga
dapat memberikan manfaat untuk kesehatan fisik kamu.
Namun, ternyata
kebiasaan ini pun dapat menimbulkan kerutan dan garis halus pada wajah.
Khususnya pada area sekitar bibir dan sekitar mata.
Tapi, jangan
berhenti tertawa karena kamu takut berkeriput ya, ladies! Dengan
penggunaan skin care yang tepat, efek keriput dari tertawa dapat
diminimalisir.
Untuk menyamarkan keriput, gunakan krim pelembap yang
dapat menghidrasi kulit, khususnya di area sekitar mata yang memiliki
kulit paling tipis.
Menaikkan Alis
Menyadari
adanya garis halus melintang pada area dahi? Hal ini mungkin terjadi
akibat kamu terlalu sering menggerakkan alis kamu. Gerakan menaikkan
alis sering kali reflek dilakukan ketika kamu merasa takut, terkejut,
atau bahagia.
Saat kamu menaikkan alis, otot pada dahi akan berkontraksi
dan menarik kulit dahi ke atas. Akibatnya, akan muncul garis halus pada
dahi yang biasa disebut dengan forehead wrinkles.
Untuk
meminimalisir dan memperhalus tampilan kerutan gunakan skin care dengan
kandungan anti-oksidan. Eksfoliasi juga merupakan salah satu cara
terbaik untuk mengurangi tampilan keriput pada wajah.





















0 komentar:
Posting Komentar