MIKISLOT

testing-selesai

Sabtu, 09 Desember 2017

Jangan Jadikan Diri Kita Manusia Pemakan Bangkai


Pada tahun 2003, Indonesia digegerkan oleh pengungkapan kasus manusia pemakan mayat dari Purbalingga. Sumanto, nama orang tersebut.
Sesuai pengakuannya, ia membongkar mayat Mbah Rania dan memakan daging tubuhya.Pemeriksaan kejiwaan menunjukkan bahwa kondisi mental Sumanto sehat. Setelah diproses di pengadilan, akhirnya dia divonis lima tahun penjara.


Khalayak umum terhenyak oleh kejadian itu. Mereka merasa jijik. Mereka menilai perbuatan itu telah jauh di luar batas kewajaran. Mereka berpandangan,

hanya orang gila yang melakukan perbuatan tersebut. Karena sepantasnya itu tak dilakukan oleh manusa yang sehat akalnya. Padahal, tanpa sadar kita mungkin pernah melakukannya. Hanya saja kita tidak menyadarinya.

Allah Swt telah berfirman dalam Hujarat : 12.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah dari prasangka buruk, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing satu sama lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tubat lagi Maha Penyayang.”

Allah begitu memuliakan manusia. Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Allah pula yang memberi petunjuk kepada manusia agar dapat melengkapi dirinya dengan akhlak terpuji.

Dalam ayat ini Allah mengungkapkan salah satu sikap tak terpuji yang hendaknya dijauhi manusia, yaitu ghibah. Ghibah adalah membicarakan aib orang lain.

Karena unsur kekejian yang ada di dalam ghibah begitu besar, sampai sampai Allah mengambil perumpamaan, kekejiannya sama seperti memakan bangkai manusia lainnya.

Karena itu, mari kita menjadikan waktu kita lebih produktif. Kita gunakan waktu yang disediakan Allah ini untuk aktivitas yang bermanfaat. Jangan jadikan diri kita manusia pemakan bangkai. Dan kita hindarkan diri kita dari pembicaraan aib orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar