TRIBUN-MEDAN.com - Imam Maulana (19) meregang nyawa setelah dianiaya oleh pasangan sesama jenisnya.
Kejadian ini ditengarai terjadi karena pelaku, Badrun Harun (43) terbakar api cemburu pada korban.
Diketahui pula, pelaku dan korban baru menjalin hubungan selama sebulan terakhir.
Kronologi
Pelaku membunuh korban di sebuah ruamh laundry di Komplek Citra Gran Cibubur, Bekasi, Senin (13/11/2017) dini hari.
Lokasi tersebut merupakan tempat kerja pelaku dan korban.
Saat itu, korban bercerita kepada pelaku jika dirinya ingin menemui kekasih lain yang diketahui merupakan seorang wanita.
Mendengar hal tersebut, pelaku lantas cemburu dan terjadilah percekcokan antara keduanya.
Pelaku kemudian mencekik, menendang kemaluan dan membenturkan tengkuk korban hingga tewas.
“Pelaku mencekik lalu menendang kemaluannya, serta membenturkan tengkuk korban ke pinggir tangga lantai hingga tewas,” ujar AKBP Hendy F Kurniawan, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, Selasa (21/11/2017) sebagaimana dikutip dari Wartakota.
Usai tewas pelaku kemudian membungkus jasad korban menggunakan plastik laundry, plastik tebal, karpet, lalu mengikatnya dengan tali jemuran.
Selanjutnya, jasad korban disimpan di tempat loundry sebelum akhirnya dibuang ke Terminal Kampung Rambutan menggunakan jasa Taksi Online.
Luka di anus korban
Sebelum membunuh, pelaku diketahui sempat berhubungan badan dengan korban.
Hal itu diketahui dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKPK).
Anus korban mengalami luka luka-luka saat ditemukan di Terminal Kampung Rambutan.
"Hasil autopsi, anus korban ada tanda pembusukan di luar kewajaran," kata AKBP Hendy F Kurniawan, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, ketika dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017).
Korban minta uang Rp 3 juta
Selain dibakar api cemburu, pelaku juga mengaku kesal kepada korban.
Pasalnya, korban sempat meminta uang kepada pelaku untuk menemui kekasihnya di Bandung.
“Korban punya teman akrab di Bandung. Korban pernah minta uang ke tersangka Rp 3 juta untuk ke Bandung.
Kemarin juga sempat minta lagi untuk ke Bandung juga, minta Rp 2 juta, tapi tersangka tidak punya.
Kemudian ada sebab-sebab, ada kecemburuan, kami sudah cek TKP,” kata Kombes Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017) dikutip dari Warta Kota
Pihak kepolisian telah menggelar prarekonstruksi kejadian pada Selasa (21/11/2017).
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan bahwa dalam prarekontruksi kali ini ada empat adegan.
"Ada 4 adegan yang terbagi beberapa poin adegan mulai dari adegan go car membuka pintu kemudian membantu menurunkan bungkusan jenazah lalu ditaruh dekat toilet lalu pelaku berjalan kaki samping bus dan memesan ojek," kata Hendy.
Sementara itu terkait pelaku membawa jenazah mengunakan taksi online, pengemudi taksi online tidak mengetahui jika bungkusan yang ia bawa berisikan mayat.
Pasalnya mayat tersebut ditutupi oleh kain loundry dari tempat kerja pelaku.
"Dari sini kami simpulkan pelaku tunggal yaitu badrun. Sementara gocar dan Gojek hanya saksi dan tidak mengetahui bungkusan itu jenazah. Yang bersangkutan curiga hanya bau apek seperti kain basah," katanya.
Pelaku diketahui memilih Terminal Kampung Rambutan karena dinilai ramai.
"Kampung Rambutan dipilih sekilas karena di sini rame dari awal pemesanan go car tujuan memang ke Kampung Rambutan," katanya. (*)



















0 komentar:
Posting Komentar