MIKISLOT

testing-selesai

Senin, 29 Januari 2018

Usai Digerebek, Tessa Kaunang Dapat Dukungan Publik

 Tessa Kaunang
Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa penggerebekan yang terjadi di kediamannya pada Sabtu (27/1/2018), membuat Tessa Kaunang cukup tertekan. Janda dua anak itu dituduh sering membawa kekasihnya menginap di rumah.

Ditambah lagi, mantan suami Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa juga ikut di dalam penggerebekan itu. Alasannya, Sandy khawatir dengan kondisi psikologis anak-anaknya jika Tessa benar berbuat demikian.

Tapi apa yang dituduhkan kepada Tessa Kaunang itu tidak terbukti. "Dia (Sandy) menuduh ada laki-laki menginap, tapi tuduhannya enggak terbukti.

Dia tidak menemukan laki-laki yang dia cari di rumah," kata Tessa Kaunang di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2018).


Merasa Terganggu


Dengan adanya kejadian ini, Tessa Kaunang benar-benar sakit hati dan sedih karena nama baiknya telah tercoreng. Ia menduga Sandy hanya ingin mencari sensasi.

"Hidup gw rasanya ga prnh tenang krn ST msh ganggu trs ampe skr pdhl qta udh resmi pisah 4thn lalu.. Gw dituduh 'kumpul kebo' trs digrebek tp tdk trbukti.. Apa2an tuh org?? Mo cari sensasi lg??" katanya.

Tak Mampu Beri Nafkah


Sandy juga sempat mengutarakan niatnya untuk merebut hak asuh anak dari tangan Tessa Kaunang. Padahal menurut Tessa, mantan suaminya itu masih kekurangan.

"Hellooowww.. Nafkahin diri sndiri ajah ga becus koq pake mo ambil alih hak asuh.. Mo ksh mkn apa tuh anak2??" kata Tessa dengan penuh emosi.

Berjuang Sendiri


Sejak bercerai dari Sandy empat tahun lalu, Tessa Kaunang berjuang seorang diri memenuhi kebutuhan dirinya dan kedua buah hatinya.

"Sampe detik ini anak2 tdk kkurangan suatu apapun.. Bahkan kbahagiaan pun mrk tdk kkurangan.. Gw krja dr pg sampe pg hanya utk kabahagiaan mrk.." ungkap Tessa.

Banjir Dukungan


Namun Tessa tidak sendirian, banyak orang yang memberikan dukungan kepadanya. "Banyak bersabar mba..! Dan terus berjuang buat sibuah hati," kata @leonard.mr.

"Doa kami selalu untuk mu thesa. Tuhan slalu menjaga setiap langkahmu. Jgn takut Tuhan besertamu," sahut @elly_gouw.

"Tetap semangat ..abaikan yg tidak penting @thessakaunangtuiit," @willywibisonoo menimpali.

Sabtu, 27 Januari 2018

Selingkuh, Warga Bangkalan Dianiaya Pakai Bambu Runcing




Liputan6.com, Bangkalan Suasana Desa Bilaporah Barat mencekam. Kabarnya, Rabu, 24 Januari 2018, selepas Duhur, seorang warga bernama

Muhammad Sirin, 35 tahun, dianiaya beramai-ramai oleh tetangganya sendiri. Isunya, penganiayaan berat itu dilatari masalah perselingkuhan korban dengan istri salah satu pelaku.

Bilaporah terletak di Kecamatan Socah, sekitar 30 menit dari pusat kota Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ke selatan arah Pelabuhan Kamal. Akses termudah ke TKP lewat Kampung Lengguleng, Desa Keleyan.

Ketika Liputan6.com meninjau tempat penganiayaan, terasa betul suasana mencekam itu. Warga yang duduk di teras rumah atau di warung menatap tajam seolah menembus kaca helm bila ada orang baru melintasi desa itu.

Kira-kira satu kilometer dari mulut Gang Pesakalan, melewati jalan kecil beraspal namun berkelok, tampak mobil polisi dengan lampu suar masih menyala.

Garis polisi tampak dipasang memenglilingi sebuah pekarangan di kiri jalan. Ada tiga rumah dan sebuah langgar di pekarangan itu, di rumah yang terasnya berbentuk huruf L, Sirin dianiaya para pelaku.

"Kejadianya pas masuk waktu salat duhur," kata seorang polisi di TKP.
Yang ganjil, plafon rumah berbentul L itu rusak parah, jebol hampir di semua sisi. Pecahan asbes berserakan dilantai. Di halaman ada setumpuk potongan bambu. Kata polisi, bambu itu digunakan pelaku menjebol plafon.

"Korban sembunyi di plafon, makanya para pelaku merusak plafon agar korban keluar," ujar dia.

Setengah jam kemudian aparat dari Polsek Socah dan tim Buser Polres Bangkalan tiba di TKP mengevakuasi korban penganiyaan ke rumah sakit.

"Polisi naik tangga ke atap untuk evakuasi Sirin, tak ada warga bantu polisi, mungkin karena kasus perselingkuhan," kata polisi yang sama.

Kepergok Selasa Malam



Ihwal kabar perselingkuhan itu, liputan6.com mendapat keterangan lebih rinci dari seorang warga sebut saja namanya Abdullah. Dia cerita pelaku

penganiayaan tak lain tetangga Sirin sendiri dan masih ada hubungan keluarga.
Rumah pelaku hanya berjarak 50 meter dari rumah korban.


Ceritanya, Selasa malam, 23 Januari 2018. Mul, 27 tahun, memergoki Sirin sedang berduaan dengan istrinya di rumah. Mendapati istrinya berselingkuh, Mul lantas memberitahu keluarganya. Mul dan istri Sirin masih sepupu.

Entah bagaimana respon keluarga setelah mendengar penuturan Mul itu. Yang pasti, esok harinya mereka beramai-ramai menyerang Sirin. Saat penyerangan, Hanifah, istri Sirin, tengah tertidur di ruang tamu Bersama anaknya yang masih berusia 7 tahun.

“Saya dibangunkan dan dibawa keluar oleh empat orang, saya lihat banyak orang di halaman, mereka pegang bambu, habis itu saya tak sadar, setelah sadar saya sudah berada di rumah nenek,” kata Hanifah seperti tertuang dalam laporan polisi.

Diduga, setelah Hanifah dan anaknya dievakuasi itulah, Sirin dianiaya para pelaku. Meski sempat diselamatkan polisi, namun menjelas sore, Sirin meninggal di ruang IGD RSUD Syamrabu. Dia terluka parah di kepala belakang, telinga kanan, punggung belakang dan sejumlah luka tusuk dipinggang

“Setelah sadar, sore saya ke rumah sama nenek, plafon sudah hancur semua,” tutur Hanifah.

Dua Pelaku Ditangkap


Sembilan jam setelah penganiayaan, sekira pukul 20.30 wib, Rabu malam. Dua pelaku penganiyaan Sirin yaitu Mulyadi, 27 tahun dan Hamsah, 44 tahun ditangkap di satu rumah di Bilaporah. keduanya berstatus bapak dan anak.

“Mereka masih diperiksa secara intensif, untuk mengungkap para pelaku lain,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M Ridha, Kamis, 25 Januari 2018.

Kepada penyidik, tersangka Mulyadi menuturkan Sirin kepergok berduaan di rumah mertuanya di Desa Lengguleng sekitar pukul 03.00 WIB selasa dini hari. Saat itu, dia langsung mengambil celurit untuk menghabisi Sirin. Namun berhasil kabur.

“Saya lalu ceritakan ke bapak, dan sepakat mendatangi Sirin esok harinya,” tutur Mulyadi.

Sebelum menyerang Sirin, Mulyadi mengamati lebih dahulu aktivitas di rumah korban. Setelah, dipastikan Sirin berada di rumah, mereka mendatanginya. Namun hanya berjumpa istri dan anak Sirin. Istri Sirin pun diminta pergi menjauh baru kemudian menyerang.

Setelah rumah digeledah Sirin tak temukan, ternyata korban diketahui sembunyi di Plafon. Para pelaku lantas mengambil bambu dan menjebol asbes. Karena terdesak, Sirin berhasil keluar dari plafon dan pindah ke atap. Melihat Sirin di atap, seorang pelaku menembaki sirin dengan senapan angin.

 Tak puas, para pelaku kemudian mengambil tangga dan naik ke atap. Saat itulah Sirin dibacok hingga terkapar. Setelah diperkirakan tewas, para pelaku kemudian meninggalkan lokasi.

“Saya tidak menyesal, saya puas menghabisi dia, karena sudah selingkuh dengan istri saya, saya siap menanggung hukuman apa pun,” tutur tersangka Mulyadi.

Pura-Pura Pinjam Laptop, Pemuda Pengangguran Cabuli Mahasiswi

 cabul-ilustrasi-131112b.jpg

Liputan6.com, Kupang - Nahas menimpa SB (22), mahasiswi salah satu universitas di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia menjadi korban

pencabulan oleh pemuda pengangguran bernama Arifon Ndolu alias Arif (26) di kamar kosnya di Kelurahan Fatutuli, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin, 15 Januari 2018, sekitar pukul 19.30 Wita.

Kejadian itu berawal saat si pemuda datang ke kamar kos temannya yang bersebelahan dengan kamar kos korban. Tak berapa lama, si pemuda kemudian masuk ke kamar kos SB dengan berpura-pura meminjam telepon seluler (ponsel) dan laptop milik korban.

Saat itu, korban sedang santai duduk di atas tempat tidurnya. Si pria cabul yang telah dikuasai berahi, tiba-tiba langsung mendorong tubuh korban dan

memegang payudara korban. Ia juga mencium paksa dan menggigit bibir korban hingga berdarah.

Korban sontak berteriak. Teriakannya mengundang perhatian warga yang kemudian berusaha menangkap si pengangguran. Namun, pria pencabul itu keburu melarikan diri.

Usai kejadian, korban mendatangi SPKT Polsek Oebobo melaporkan pencabulan yang dialaminya pada Selasa, 16 Januari 2018. Berbekal informasi itu, polisi menangkap si pencabul pada Sabtu, 20 Januari 2018, sekitar pukul 22.00 Wita, di kediamannya di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang.

"Saat ini tersangka Arif telah ditahan guna menjalani pemeriksaan penyidikan lanjutan," ujar Kapolsek Oebobo, AKP Yulianus Mau, Kamis, 24 Januari 2018.

Terancam 9 Tahun Penjara



Yulianus mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengaku tidak mengenal tersangka.

"Katanya pelaku datang ke temannya yang bersebelahan kamar dengannya. Korban tidak curiga dan membuka pintu karena pelaku beralasan pinjam laptop," kata Yulianus.

Karena mendapat perlawanan dari korban, pemuda pengangguran itu melarikan diri. Korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Akhirnya pelaku berhasil kami tangkap," imbuh Yulius.
Tersangka dijerat dengan Pasal 289 KUHP terkait perbuatan cabul disertai

dengan kekerasan seksual terhadap perempuan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Heboh Video Artis Jennifer Coppen Menampar Seorang Perempuan

[Bintang] Jennifer Coppen

Liputan6.com, Jakarta Nama Jennifer Coppen kembali mencuat lantaran sebuah video yang diunggah akun Instagram gosip @lambe_turah, Minggu (21/1/2018). Dirinya terlihat mengenakan kaus lengan panjang berwarna putih.



Dalam video singkat itu, Jennifer Coppen pun ditanya oleh siperekam. "Asyik Je, lagi loe ngapain Je?" tanyanya.

 "Ini ketemu l***e," ujar Jennifer Coppen sembari tersenyum ke arah kamera.
Tak lama kemudian, Jennifer Coppen pun langsung menambar serta menjambak seorang wanita berbaju hitam yang berdiri di depannya. "Oh ketemu L***e. Je jangan main tangan," teriak si perekam.

Belum jelas apa sebab tindakan tak pantas dilakukan oleh artis muda ini. Sampai berita ini diturunkan Jennifer Coppen belum memberikan tanggapan soal videonya yang menarik perhatian warganet itu. Untuk keperluan adegan syutingkah?

Heboh Video Ciuman


Sebelumnya, Jennifer Coppen juga sempat membuat heboh di media sosial. Bersama anak laki-laki Iis Dahlia, ia memperbolehkan Devano Danedra menciumnya.

Perbuatan itu pun direkam, dan disebarkan melalui Instagram. Baru-baru ini, anak laki-laki Iis Dahlia pun meminta maaf atas perbuatannya itu.
16 Tahun


Jennifer Coppen merupakan aktris kelahiran 20 Juli 2001. Walau baru terjun di dunia hiburan, dara 16 tahun ini sudah membintangi sinetron sebanyak empat judul.

Namanya mulai dikenal setelah Jennifer Coppen memerankan Caca dalam sinetron Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten.

Ayahnya Seorang Penyanyi


Darah seni yang mengalir dalam tubuh Jennifer Coppen berasal dari sang ayah, Ricardo Benito Eduwardo Coppen. Pria Belanda ini merupakan seorang penyanyi.

Reaksi Warganet



Tak sedikit warganet yang mengomentari video di akun gosip tersebut. Beragam reaksi dari mereka atas perbuatan Jennifer Coppen itu.

"Astaghfirullah! Ngerikk," tulis akun @afi_1301.

"Cantikk sihh tp pribadinyaas gak lahhhh," lanjut akun @anikabdillah.

"Kecil2 udh gitu, ngomong kasar lg..," timpal akun @kiikiko_.

Jepang Kerahkan Jaring Raksasa

 Jepang meluncurkan jaring raksasa untuk atasi sampah antariksa

Banyak dari kita yang tak menyadari, ratusan ribu keping objek buatan manusia mengambang di atas sana. Sekitar Bumi disesaki dengan sampah antariksa -- dari bongkahan satelit atau roket mati yang menumpuk hingga sarung tangan astronot yang copot pada 1965.

Keberadaan sampah itu bukannya tanpa risiko. Pada Selasa 10 Februari 2009. Satelit komersial milik Amerika Serikat Iridium bertabrakan pesawat milik Rusia, Kosmos 2251 -- yang tak lagi berfungsi -- di ketinggian 800 kilometer di atas langit Siberia.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan, akibat tabrakan tersebut, tercipta "awan" atau kepulan puing-puing yang pergerakannya bisa dilacak pada masa depan.

Sampah antariksa juga pernah jatuh menghujam Brasil. Seorang nelayan menemukan objek seukuran mobil mengapung. Ada logo Badan Antariksa Inggris atau United Kingdom Space Agency yang menempel di sana.

Tak hanya itu, pada September 2016, sejumlah benda misterius berjatuhan dari langit di atas Pulau Madura. Di laut, di darat, bahkan di dekat kandang sapi yang nyaris hancur karenanya. Dua kambing pun mati. Ternyata, itu adalah pecahan bagian roket Falcon 9 FT buatan Space X.

Untuk mengurangi risiko bahaya akibat sampah antariksa, Jepang meluncurkan pesawat kargo yang dilengkapi jaring selebar 700 meter yang akan dihunakan untuk mengenyahkan sejumlah besar puing-puing itu dari orbit Bumi.

Jaring yang berbuat dari helaian aluminium dan kawat baja didesain untuk memperlambat pergerakan sampah antariksa itu, dengan menariknya keluar dari orbit.

Ternyata, peralatan inovatif tersebut dibuat dengan bantuan perusahaan jaring ikan.

Diperkirakan ada 100 juta keping sampah antariksa di orbit Bumi, termasuk bagian satelit tua, segala peralatan buatan manusia, dan pecahan roket.

Kebanyakan dari objek tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi di sekitar Bumi. Lajunya bahkan bisa mencapai 28.000 km/jam. Karena itu, sampah antariksa tersebut bisa memicu malapetaka jika sampai jatuh di kawasan padat penduduk.

Atau setidaknya, sampah antariksa juga bisa merusak jaringan telekomunikasi yang berada di orbit.

Sejak Sputnik 1 diluncurkan Uni Soviet pada 1957, sampah-sampah antariksa terus terakumulasi.

Pesawat kargo otomatis yang dilengkapi jaring-- yang disebut Stork (bangau) atau Kounotori dalam bahasa Jepang -- akan terikat dengan Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS).

Pesawat antariksa itu diberangkatkan dari Tanegashima Space Center di Pasifik Utara.

Para ahli mengatakan, jaring yang dilumasi dan memiliki kekuatan elektro-dinamis itu akan menghasilkan energi yang cukup untuk mengubah orbit sampah, mendorongnya agar terbakar di atmosfer.

Perusahaan pembuat jaring ikan Jepang yang berusia 106 tahun, Nitto Seimo Co, berkolaborasi dengan Badan Antariksa Jepang (JAXA) untuk mengembangkan bahan jaring.

Upaya ini adalah bagian inisiatif internasional yang dirancang untuk membuat angkasa luar lebih aman bagi astronot dengan menyingkirkan sampah antariksa.

Diharapkan, cara itu juga akan memberikan perlindungan yang lebih baik untuk stasiun antariksa, juga satelit cuaca dan komunikasi yang nilainya miliaran dolar.

Para ahli mengatakan ada keuntungan finansial besar jika upaya itu berhasil -- dengan meminimalkan risiko. Namun, sejumlah ilmuwan memperingatkan, skema Jepang hanya akan bekerja untuk potongan sampah yang besar.








Jumat, 26 Januari 2018

Nggak Mau Sekolah, Anak 5 Tahun Ini Diajak Ibunya Jadi Pemulung

Anak diajak jadi pemulung karena nggak mau sekolah/ Foto: Facebook Nuttanitcha Chotsirimeteekul

Bangkok - Ya namanya juga anak-anak ya, Bun, kadang ada saja alasannya untuk menghindari sekolah. Seperti bocah lima tahun ini. Dia nggak mau sekolah, sehingga si ibu pun mengambil langkah penting, yakni dengan mengajak si bocah jadi pemulung.

Hah, jadi pemulung? Ya, Bunda nggak salah baca. Nggak berniat kejam sih, Bun. Bunda asal Thailand bernama Nuttanitcha Chotsirimeteekul ini ingin memberi pelajaran hidup yang penting dan berharga pada sang anak.

Saat anaknya nggak mau sekolah, Nuttanitcha bersama suaminya mengambil cuti kerja dan mengajak anaknya ke jalan sambil membawa kantung plastik. Mereka bertiga sibuk mengorek tempat sampah dan mencari barang-barang yang masih bisa dijual lagi.


Nggak Mau Sekolah, Anak 5 Tahun Ini Diajak Ibunya Jadi Pemulung/Nggak Mau Sekolah, Anak 5 Tahun Ini Diajak Ibunya Jadi Pemulung/ Foto: Facebook Nuttanitcha Chotsirimeteekul


Nuttanitcha mengajak anaknya berjalan sejauh 2,2 km dan mengajarinya mengambil botol atau barang plastik lainnya yang bisa dijual. Tahu nggak, Bun, berapa yang mereka dapat setelah menyusuri jalanan? Sekitar 2 kg barang saja, dan itu nilainya 2 Baht atau sekitar Rp 850.


Dikutip dari AsiaOne, si anak kemudian merasa lelah. Dia pun bertanya ke ibunya apakah boleh naik bus. Lalu si ibu balik bertanya apakah anaknya punya uang, soalnya biaya naik bus itu Rp 4 ribu.

"Kita harus mengumpulkan lebih banyak botol, jadinya uang kita lebih banyak," lanjut ibunya.

Nggak Mau Sekolah, Anak 5 Tahun Ini Diajak Ibunya Jadi PemulungNggak Mau Sekolah, Anak 5 Tahun Ini Diajak Ibunya Jadi Pemulung Foto: Facebook Nuttanitcha Chotsirimeteekul

"Oke, Bu, aku akan jalan lagi," timpal anaknya.

Dalam perjalanan di bawah cuaca yang terik, si anak meminta dibelikan es krim. Tapi lagi-lagi ibunya bilang mereka nggak punya cukup uang untuk membelinya. "Oke, aku nggak ingin es krim lagi," ucap si anak.

Hingga akhirnya anaknya mengeluh sangat lelah dan kepanasan sehingga ingin pulang ke rumah. "Capek, panas. Aku ingin sekolah lagi. Aku mau pulang ke rumah," kata si anak akhirnya, dikutip dari video perjalanan anak tersebut menjadi pemulung yang diunggah sang ibu di Facebook-nya.


Postingan tersebut seketika menjadi viral, di mana disukai puluhan ribu orang dan dibagikan puluhan ribu kali juga. Dari postingan tersebut, Nuttanitcha ingin memberikan pesan bahwa orang tua adalah role model bagi anaknya. Apapun yang terjadi, orang tua akan selalu menyertai langkah anaknya. Dan yang paling penting pesan pada si kecil bahwa dalam hidup itu kita perlu banget kerja keras, dan sering kali kita harus berdamai dengan hal-hal yang nggak menyenangkan demi tujuan yang lebih besar.

Sempat Menghilang, Perawat Pelaku Pelecehan Akhirnya Diamankan

Sempat Menghilang, Perawat Pelaku Pelecehan Akhirnya Diamankan

Surabaya - Pencarian polisi terhadap Junaedi, perawat yang melakukan pelecehan seksual terhadap pasien wanita National Hospital membuahkan hasil. Setelah menghilang, Junaedi akhirnya ditemukan dan diamankan.

"(Junaedi) sudah ditemukan pukul 05.10 WIB," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar kepada detikcom, Jumat (26/1/2018).

Lily mengatakan, Junaedi diamankan dari salah satu hotel di Surabaya tempatnya menginap. Polisi segera membawa Junaedi ke Polrestabes Surabaya.

"Sudah diserahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)," tandas Lily.

Junaedi merupakan perawat pria yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pasien wanita National Hospital. Perbuatan itu dilakukannya pada Selasa (23/1/2018).

Saat itu, Junaedi melakukannya di ruang pemulihan saat pasien usai melakukan operasi. Pelecehan seksual itu sudah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Dibegal di Siang Hari, Mahasiswi Ini Lawan Pelaku hingga Tersungkur

 Dibegal di Siang Hari, Mahasiswi Ini Lawan Pelaku hingga Tersungkur

Pinrang - Aksi begal kembali terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulsel. Seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baramuli (STIKES), Suciati dibegal sehingga wajahnya penuh luka.

Warga Urung Desa, Sipatuo, Kecamatan Patampanua ini dibegal saat perjalanan menuju kampusnya, Kamis (25/1) sore. Korban dicegat pelaku di poros Jalan Teppo-Takalalla Barat.

Pelaku terbilang nekat karena melakukan siang hari. Akibatnya, korban begal mengalami luka cukup parah di wajah dan kepala. Suciati harus dijahit dengan 11 jahitan karena aksi begal itu. Selain itu, Suciati kehilangan tas ,dompet, hp , ATM dan surat kendaraan.

"Saya tiba-tiba di cegat dan tas saya di tarik. Saat saling tarik saya terjatuh hingga terseret. Makanya saya terluka," cerita Suciati kepada detikcom, Jumat (26/1) siang.

Atas kejadian itu, Kanit Resmob Polres Pinrang Ipda Asmun akan menindaklanjuti kaasus itu.

"Kami langsung ke rumah korban melakukan interogasi. Ciri-ciri pelaku, sementara anggota saya melakukan penyelidikan," kata Asmun.